KABARMAGAZINE

Kabar Online Terlengkap
Tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 3%-4%


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Yudho Winarto

Kabarmagazine.com – JAKARTA. Ekonom Bank Permata memproyeksikan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 akan berada di zona positif. Hal ini dilihat dari peningkatan laju pertumbuhan ekonomi tahun depan yang didorong oleh permintaan domestik.

Josua Pardede memperkirakan di tahun depan pertumbuhan ekonomi akan berada di kisaran 3% sampai dengan 4%.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 diperkirakan akan berada di kisaran 3-4%, meningkat dibanding tahun ini, yang diproyeksikan terkontraksi di kisaran -2% hingga -1%,” jelas Josua saat dihubungi Kabarmagazine.com, Minggu (27/12).

Menurut Josua, peningkatan permintaan domestik tersebut tidak lepas dari mulai membaiknya aktivitas perekonomian dengan adanya vaksinasi yang akan dimulai awal tahun depan.

Baca Juga: Mengkilap tahun ini, pamor emas justru berpotensi meredup pada tahun depan

Selain itu, didukung juga oleh akselerasi belanja pemerintah secara khusus untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Josua mengatakan, program PEN yang dilanjutkan di tahun depan diproyeksikan akan turut mendukung pemulihan investasi, seiring dengan sifatnya yang memberikan stimulus untuk sisi permintaan maupun penawaran.

“Dengan meningkatnya aktivitas ekonomi, maka diperkirakan akan terjadi kenaikan impor untuk bahan baku serta barang modal. Indikasi ini sudah mulai terlihat dari kuartal IV-2020, di mana sudah mulai terjadi peningkatan impor bulanan untuk bahan baku dan barang modal,” tambahnya.

Adapun menurutnya dari sisi peningkatan impor di tahun 2021 akan sangat bergantung pada kecepatan ekspansi dari sektor manufaktur di Indonesia.

Alhasil, peningkatan impor pada tahun 2021 diperkirakannya akan berpotensi mendorong pelebaran defisit transaksi berjalan yang diperkirakan terjadi pada paruh kedua 2021.

Adapun indikator pertumbuhan ekonomi dari Current Account Defisit (CAD) diperkirakannya masih akan berada di bawah 1,5% dari produk domestik bruto (PDB). Namun angka ini masih lebih tinggi dibandingkan perkiraan di tahun 2020 yang di bawah 1% dari PDB.

Baca Juga: Kembali positif, ekonomi Indonesia tahun depan diperkirakan tumbuh 4,8%-5,8%

“Peningkatan CAD di tahun 2021 akan memberikan tekanan pada nilai tukar rupiah secara umum. Sejalan dengan terkendalinya inflasi serta transaksi berjalan yang tetap manageable,” ujarnya.

Sehingga ia memperkirakan nilai tukar rupiah akan  cenderung stabil di kisaran Rp 14.000 sampai Rp 14.500 per dollar Amerika Serikat (AS) sepanjang tahun 2021 mendatang.

Selain itu Josua bilang stabilitas nilai tukar rupiah juga didukung oleh potensi aliran modal asing, baik di pasar saham maupun pasar obligasi. Sehingga aliran modal masuk asing akan berkaitan dengan semakin rendahnya volatilitas pasar global.

Dengan demikian di tahun depan risk-appetite dari investor diperkirakan akan cenderung meningkat dan mendorong investor untuk mencari aset-aset yang lebih berisiko.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.





Source link

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.