KABARMAGAZINE

Kabar Online Terlengkap
Realisasi FDI capai Rp 421,8 triliun pada 2020, investasi Jepang kalahkan Korsel


ILUSTRASI. Ilustrasi investasi Jepang di Indonesia, proyek MRT. Tribunnews/Jeprima

Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Herlina Kartika Dewi

Kabarmagazine.com – JAKARTA. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi penanaman modal asing (PMA) atau foreign direct investment (FDI) sepanjang tahun 2020 sebesar Rp 421,8 triliun atau setara dengan 49,9% dari total realisasi investasi sebesar Rp 826,3 triliun.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan dari realisasi itu salah satu investasi yang paling menggeliat adalah Jepang. Negeri Sakura itu menduduki posisi ke empat sebagai kontributor FDI terbanyak tahun lalu yakni sebesar US$ 2,6 miliar.

Kata Bahlil, FDI dari Jepang bersaing ketat dengan penanaman modal dari Korea Selatan yang pada tahun lalu mencapai US$ 1,8 miliar. Padahal, pada kuartal IV-2020 Korea Selatan melampaui Jepang. Namun secara akumulatif selama 2020 Jepang akhirnya unggul dari Korea Selatan. 

“Kalau di kuartal IV-2020 Korea Selatan melambung Jepang, tapi secara kumulatif Jepang itu melambung Korea Selatan, ini bedanya sampai US$ 800 juta,” kata Bahlil dalam Konferensi Pers Realisasi Investasi Kuartal IV-2020, Senin (25/1).

Baca Juga: BKPM proyeksikan investasi di Kalimantan dan Sulawesi bisa ungguli Pulau Jawa

Bahlil menambahkan, tahun ini investasi Jepang dan Korea Selatan diharapkan akan makin menggeliat seiring dengan pembangunan industri mobil listrik.

“Mungkin tahun 2021 analisa saya dengan komitmen yang mereka bangun ini ngeri-ngeri sedap pertempuran antara realisasi Jepang dan Korea Selatan,” ujar Bahlil. 

Berdasarkan negara asal PMA, pada Januari-Desember 2020 secara berurutan terbanyak berasal dari Singapura US$ 9,8 miliar, China US$ 4,8 miliar, Hongkong US$ 3,5 miliar, Jepang US$ 2,6 miliar, dan Korea Selatan US$ 1,8 miliar. 

Nilai investasi asing itu tersebar dalam 16.786 proyek. Secara nilai investasi, proyek yang paling banyak menyumbang PMA yakni industri dasar, barang logam, dan bukan mesin, dan peralatannya, US$ 1,48 miliar. 

Kemudian, listrik, air, dan gas US$ 1,36 miliar. Lalu, gudang dan telekomunikasi US$ 1,13 miliar. Sisanya, berasal dari industri kertas percetakan, kendaraan bermotor, dan pertambangan yang berkontribusi di bawah US$ 600 juta. 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.





Source link

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.