ILUSTRASI. Stan ban mobil GT Radial produksi PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) saat Indonesia International Motor Show (IIMS) 2013 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Rabu (25/10). KABARMAGAZINE/Daniel Prabowo/25/10/2013

Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Tendi Mahadi

KABARMAGAZINE.COM – JAKARTA. PT Gajah Tunggal Tbk berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih sepanjang tahun lalu. Emiten bersandi saham GJTL ini mencetak pertumbuhan laba bersih sebesar 19,05% menjadi Rp 320,37 miliar dari tahun 2019.

Padahal, penjualan Gajah Tunggal menyusut 18,61% menjadi Rp 13,43 triliun. Emiten ini berhasil menekan beban pokok penjualan 22,11% menjadi Rp 10,76 triliun dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 13,14 triliun. 

Selain itu, GJTL juga berhasil memangkas beban penjualan dari semula Rp 1,03 triliun menjadi hanya Rp 725,34 miliar, kemudian beban keuangan juga berkurang dari Rp 872,87 miliar di tahun 2019 menjadi Rp 745,95 miliar pada tahun lalu.

Baca Juga: Berkat efisiensi, laba Panca Budi Idaman (PBID) naik 66,71% pada tahun 2020

Nah, pada pos keuntungan lain-lain Gajah Tunggal memperoleh Rp 102,74 miliar, dari tahun sebelumnya hanya Rp 15,40 miliar. Jika dilihat, keuntungan atas instrumen keuangan derivative menyumbang Rp 37,12 miliar, kemudian keuntungan bersih atas aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai FVTPL menyumbang Rp 17,66 miliar dan lain-lain Rp 28,84 miliar.

Dengan demikian Gajah Tunggal berhasil mencatat pertumbuhan laba bersih 19,05% menjadi Rp 320,37 miliar dari tahun 2019 sebesar Rp 269,11 miliar.

Salah satu faktor naiknya laba bersih emiten ini karena GJTL terus melakukan efisiensi. Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta menuturkan, strategi efisiensi bisnis memang perlu dilakukan oleh produsen ban ini di tengah pandemi Covid-19. “Yang terpenting, para pelaku pasar mengapresiasi kebijakan GJTL dalam menjalankan efisiensi bisnis,” ungkapnya, Selasa (9/3).

Di sisi lain, peta persaingan dalam penjualan roda kendaraan tergolong ketat, sehingga mempengaruhi kondisi penjualan dari GJTL. Tak hanya itu, pandemi Covid-19 turut memberikan sentimen negatif tambahan terhadap kondisi fundamental Gajah Tunggal.

Baca Juga: Berpotensi delisting, simak tanggapan manajemen Hotel Mandarine (HOME)

Nafan menjelaskan, saat ini harga saham GJTL terbilang tinggi karena diperdagangkan dengan PER di 9,41 kali sama PBV 0,44 kali. Untuk pelaku pasar yang tertarik saham ini, Nafan menyarankan untuk mengakumulasi secara bertahap dengan target harga Rp 1.140 per saham. Pada penutupan perdagangan Selasa (9/3) saham GJTL menguat 6,06% ke harga Rp 875 per saham.

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KABARMAGAZINE Store.





Source link