ILUSTRASI. Corona di Australia

Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KABARMAGAZINE.COM – SYDNEY. Penjualan ritel Australia turun secara tak terduga pada bulan Februari karena penguncian virus corona di Victoria dan Australia Barat yang menutup sejumlah toko yang membalikkan ekonomi yang sedang berkembang pesat.

Jumat (19/3), data awal Biro Statistik Australia (ABS) menunjukkan, penjualan ritel turun 1,1% pada Februari dibandingkan dengan bulan Januari. Data ini meleset dari perkiraan pasar untuk kenaikan 0,4%. 

Penjualan ritel di bulan lalu sebesar A$ 30,2 miliar setara US$ 23,38 miliar, masih naik 8,7% pada Februari tahun lalu, tepat sebelum pandemi melanda.

Di Victoria, penjualan turun 4% dan di Australia Barat melemah 6%, karena perdagangan dibatasi selama lima hari di setiap negara bagian.

Baca Juga: Australia bakal berikan 8.000 dosis vaksin Covid-19 ke Papua Nugini

Aktivitas ritel sangat tidak stabil dalam beberapa bulan terakhir di tengah penguncian dan acara penjualan online yang sangat populer, dengan pengeluaran melonjak 7,1% pada November hanya turun 4,1% pada Desember.

Pandemi juga mengacaukan pola penyesuaian musiman yang biasa dan pergerakan yang berlebihan di kedua arah.

ABS akan merilis perkiraan akhir untuk penjualan Februari pada 1 April.

 

 






Source link